Jakarta, 19 Agustus 2025 – Habib Idrus Salim Aljufri, Lc., M.B.A., Anggota DPR RI Fraksi PKS periode 2024–2029 sekaligus anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, menegaskan bahwa program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi keluarga dan perekonomian nasional.
Hal ini disampaikannya dalam Forum Diskusi Publik bertema “Makanan Bergizi Gratis” yang diselenggarakan oleh Komidigi bersama DPR RI melalui Zoom Meeting dengan partisipasi lebih dari 250 peserta dari berbagai daerah, yang berlangsung sejak pukul 09.00–12.00 WIB.
“MBG meringankan beban keluarga, meningkatkan kualitas kesehatan anak, sekaligus memberi dampak ekonomi melalui berkurangnya pengeluaran kesehatan dan meningkatnya produktivitas tenaga kerja,” tegas Habib Idrus. Ia menekankan bahwa manfaat MBG bukan hanya pada aspek pendidikan dan kesehatan, tetapi juga pada daya saing bangsa melalui penguatan sumber daya manusia.
Dari sisi teknologi, Gun Gun Siswadi, M.Si., seorang pegiat literasi digital, menambahkan bahwa transformasi digital merupakan kunci agar program MBG menjangkau jutaan siswa, termasuk di wilayah 3T. Dengan aplikasi, dashboard publik, dan keterlibatan masyarakat, distribusi makanan dapat dipantau secara transparan sehingga akuntabilitas terjaga.
Sementara itu, Dr. Unggul Wibawa dari Dewan Pengacara Nasional menekankan pentingnya integrasi MBG dengan UMKM dan petani lokal. Menurutnya, program ini bisa menjadi stimulus bagi ekonomi desa dan memperkuat kemandirian pangan nasional. Ia juga menyoroti pentingnya regulasi hukum yang kokoh untuk menjamin keberlanjutan program, agar MBG tidak sekadar proyek sementara yang berhenti di tengah jalan.
Forum ini memperlihatkan bahwa MBG bukan semata program “makan gratis”, melainkan strategi pembangunan nasional yang menyentuh gizi, pendidikan, ekonomi, teknologi, dan hukum. Kolaborasi lintas sektor antara politik, teknologi, hukum, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap membawa bangsa menuju Generasi Emas 2045.