Jakarta, 22 Agustus 2025 – Program Sekolah Rakyat mendapat sorotan hangat dalam webinar yang diselenggarakan Komdigi bersama Komisi I DPR RI, dihadiri lebih dari 250 peserta secara daring. Forum ini menjadi ruang tukar gagasan antara akademisi, legislator, dan masyarakat sipil mengenai pentingnya pendidikan alternatif yang lahir dari inisiatif rakyat.
Dalam sambutannya, Anggota DPR RI Fraksi PKS 2024–2029, Habib Idrus Salim Aljufri, Lc., M.B.A., menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah wajah sejati pendidikan yang berakar dari partisipasi warga.
“Sekolah Rakyat lahir dari rakyat, kembali untuk rakyat. Jika kita kawal bersama, ini bisa menjadi warisan berharga yang membangun generasi cerdas sekaligus berkarakter,” tegasnya.
Narasumber lain, Dr. Rulli Nasrullah, M.Si., menekankan aspek literasi digital sebagai pilar penting pendidikan abad 21. “Sekolah Rakyat dapat memanfaatkan ruang digital untuk menghadirkan konten edukatif yang kritis sekaligus membebaskan. Dengan begitu, pendidikan rakyat tidak tertinggal dalam arus algoritma,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Hurriyah menggarisbawahi dimensi advokasi politik. “Gerakan Sekolah Rakyat tidak hanya soal belajar membaca atau berhitung, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat. Pendidikan alternatif ini harus ditempatkan sebagai bagian dari proses demokratisasi yang menguatkan masyarakat sipil,” jelasnya.
Antusiasme peserta pun terlihat dari testimoni publik, salah satunya Yuliana dari Makassar. “Saya terharu, karena ternyata ada komitmen nyata dari DPR dan para akademisi untuk mendukung pendidikan rakyat. Semoga tidak hanya berhenti pada wacana, tapi benar-benar diwujudkan,” ungkapnya.
Webinar ini menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab negara, melainkan juga amanah kolektif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, masyarakat diajak untuk tidak berhenti sebagai penonton, tetapi ikut aktif berperan: mulai dari membuka ruang belajar sederhana di lingkungan masing-masing, mendukung pengajar rakyat, hingga menyebarkan nilai-nilai pembebasan yang menjadi roh Sekolah Rakyat.