Habib Idrus Dukung Festival Keceran Nasional: Angkat Budaya Banten, Dorong Ekonomi Daerah

JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Aljufri, Lc., M.B.A, menerima audiensi dari jajaran Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (KESTI TTKKDH) Provinsi Banten di Ruang Rapat Pleno FPKS, Gedung Nusantara I DPR RI, Selasa (26/8/2025).

Audiensi ini dipimpin oleh Ketua DPW KESTI TTKKDH Provinsi Banten, Hakim Sulaiman Akbar, didampingi jajaran pengurus, dalam rangka persiapan Festival Keceran Nasional yang akan digelar pada 6–7 September 2025 di Kota Cilegon, Banten. Festival tersebut merupakan ritual organisasi tertinggi sekaligus agenda budaya besar yang akan dicatatkan dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Hakim menyampaikan bahwa dukungan dari berbagai pihak, baik pejabat negara, pemerintah daerah, maupun pemangku kepentingan lainnya, sudah mulai terkonsolidasi. “Kami berharap audiensi ini bisa semakin menguatkan persiapan acara, termasuk dengan masukan yang membangun dari Habib Idrus sebagai Pembina KESTI TTKKDH,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Habib Idrus menyampaikan apresiasinya atas konsistensi KESTI TTKKDH dalam menjaga tradisi budaya Banten. “Festival Keceran tentu perlu kita dukung, karena ini bukan hanya soal melestarikan budaya, tapi juga kebanggaan bersama. Budaya Banten sarat dengan nilai religius dan agamis yang menjadikannya semakin bermakna,” jelasnya.

Habib Idrus menekankan pentingnya menjadikan Festival Keceran sebagai agenda tahunan agar tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Dengan penyelenggaraan rutin, festival ini bisa menjadi penggerak perekonomian lokal dan bahkan berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saya juga berharap ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah pusat untuk ikut mendukung,” tegasnya.

Sebagai Pembina KESTI TTKKDH, ia juga mendorong organisasi ini agar terus berinovasi dan memperluas perannya dalam pembentukan karakter generasi muda. “Budaya bukan hanya warisan, tapi juga bagian dari jatidiri. Saya berharap KESTI TTKKDH bisa terus bergerak dengan visi dan misi yang sama untuk melestarikan budaya Banten,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Abi Aden, Ketua Steering Committee (SC), menambahkan bahwa Habib Idrus telah menunjukkan kecintaan yang tulus pada budaya. Ia menyinggung sejarah panjang KESTI TTKKDH yang berakar sejak abad ke-17, dibentuk resmi pada tahun 1952 oleh Eyang Khaer, dan kini berkembang sebagai organisasi yang tidak hanya mengajarkan silat, tetapi juga nilai religiusitas dan kemanusiaan. “KESTI TTKKDH bahkan sudah mencatat sejarah, salah satunya pada 2022 dengan parade budaya melibatkan 30.000 pesilat di Jakarta. Kami ingin mendorong lahirnya pemuda-pemuda berkarakter untuk Indonesia,” jelasnya.

Audiensi ini ditutup dengan harapan agar Festival Keceran Nasional 2025 berjalan sukses dan membawa manfaat luas. “Kita semua berharap kegiatan ini lancar, berkah, dan semakin menguatkan budaya sekaligus kesejahteraan masyarakat,” pungkas Habib Idrus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Tangerang, Habib Idrus Al-Jufri Salurkan Bantuan

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Tangerang, Habib Idrus Al-Jufri Salurkan Bantuan

Banjir Tangerang Jadi Alarm, Legislator Dorong Anggaran Mitigasi

Banjir Tangerang Jadi Alarm, Legislator Dorong Anggaran Mitigasi

Habib Idrus Soroti Tantangan Menjaga Nilai Ekonomi Kripto di Dalam Negeri

Habib Idrus Soroti Tantangan Menjaga Nilai Ekonomi Kripto di Dalam Negeri

Hari Desa Nasional, Habib Idrus Aljufri Serahkan Simbolis BSPS Untuk Warga Belendung

Hari Desa Nasional, Habib Idrus Aljufri Serahkan Simbolis BSPS Untuk Warga Belendung

Habib Idrus Soroti Nasib Ekonomi Rakyat, Empat Pilar Jadi Landasan Keadilan

Habib Idrus Soroti Nasib Ekonomi Rakyat, Empat Pilar Jadi Landasan Keadilan

Habib Idrus Ajak Anak Muda Jaga Arah Kebebasan Digital Lewat Empat Pilar

Habib Idrus Ajak Anak Muda Jaga Arah Kebebasan Digital Lewat Empat Pilar