Jakarta – Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi PKS, Habib Idrus, menekankan pentingnya integritas generasi muda sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi pelajar SMA Latansa Mauk, Kabupaten Tangerang di Gedung DPR RI, Selasa (21/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Habib mengatakan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga harus dibangun melalui pendidikan karakter sejak dini.
“Indonesia akan cerah bukan karena satu orang hebat, tetapi karena jutaan anak muda yang jujur. Integritas harus dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” kata Habib.
Ia menjelaskan, sebagai anggota Komisi XI DPR RI, dirinya memiliki fungsi pengawasan terhadap sektor keuangan negara, termasuk memastikan pengelolaan anggaran berjalan transparan dan akuntabel. Namun, menurut dia, sistem yang baik tetap membutuhkan sumber daya manusia yang berintegritas.
“Jika sistem sudah baik tetapi tidak didukung oleh integritas, maka potensi penyimpangan tetap ada. Karena itu, pendidikan nilai kejujuran menjadi sangat penting,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, Habib menekankan pentingnya membangun kesadaran integritas sejak usia dini, khususnya di kalangan generasi muda. Menurut dia, pendidikan anti korupsi tidak cukup hanya berupa pengetahuan normatif, tetapi harus menjadi praktik keseharian.
“Integritas bukan hanya slogan atau materi pelajaran, tetapi kebiasaan. Dimulai dari hal sederhana seperti kejujuran, tanggung jawab, hingga keberanian menolak hal yang salah, meskipun itu dianggap kecil,” ujarnya.
Habib juga menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam memutus mata rantai praktik korupsi yang selama ini cenderung berulang. Ia mengingatkan bahwa tanpa perubahan karakter, siklus penyimpangan akan terus terjadi meskipun terjadi pergantian generasi.
“Kalau kita hanya mengganti aktor tanpa memperbaiki karakter, maka pola yang sama akan terus terulang. Karena itu, generasi muda harus hadir sebagai pembeda, bukan sekadar penerus,” ucapnya.
“Perlawanan terhadap KKN bukan hanya tanggung jawab aparat atau pejabat, tetapi harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat,” ucapnya.
Audiensi berlangsung interaktif. Para Siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dan mengajukan pertanyaan terkait peran DPR, isu korupsi, serta tantangan generasi muda dalam menjaga integritas di era digital.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya integritas sebagai dasar dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.