JAKARTA – Suasana berbeda terlihat di ruang pertemuan Komisi XI DPR RI saat puluhan siswa SMP Islam Plus Baitul Maal berkunjung ke kompleks parlemen, Selasa (13/5/2026). Kunjungan edukatif itu tidak hanya menjadi ajang mengenal fungsi DPR RI, tetapi juga menghadirkan dialog hangat antara pelajar dan anggota dewan.
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Idrus Aljufri, menerima langsung para siswa dan menjelaskan tugas DPR RI, mulai dari fungsi legislasi, pengawasan, hingga penganggaran negara.
Dalam pemaparannya, Idrus juga menyinggung berbagai program aspirasi yang dijalankan untuk masyarakat, termasuk di bidang kesehatan dan pemberdayaan sosial.
“Program aspirasi itu harus benar-benar dirasakan masyarakat. Karena tugas kami bukan hanya membuat kebijakan, tetapi memastikan manfaatnya sampai kepada rakyat,” ujar Idrus.
Namun, suasana menjadi lebih cair ketika sesi tanya jawab dimulai. Salah satu siswa melontarkan pertanyaan yang langsung menarik perhatian ruangan.
“Kalau Habib kembali ke masa SMP, apa yang akan dilakukan?” tanya seorang siswa.
Pertanyaan itu disambut senyum Idrus. Ia mengaku, jika bisa kembali ke usia remaja, dirinya ingin lebih serius memperkuat hafalan Al-Qur’an dan hadis.
“Kalau saya kembali ke SMP, saya ingin menghafal Al-Qur’an 30 juz dan menghafal hadis lebih banyak. Karena efeknya luar biasa untuk kehidupan,” kata Idrus.
Menurut dia, hafalan Al-Qur’an bukan hanya menjadi bekal spiritual, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan pola pikir seseorang di masa depan.
“Bayangkan seseorang punya profesi hebat, tetapi juga hafal Al-Qur’an. Itu akan menjadi kekuatan yang luar biasa,” ujarnya.
Dialog semakin interaktif ketika seorang siswi bernama Nahira menanyakan bagaimana masyarakat bisa menyampaikan aspirasi kepada anggota DPR RI.
Menjawab pertanyaan itu, Idrus menjelaskan bahwa anggota DPR memiliki agenda reses ke daerah pemilihan untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan menyerap aspirasi warga.
Selain melalui pertemuan tatap muka, ia mengatakan perkembangan teknologi kini membuat komunikasi dengan masyarakat menjadi lebih terbuka.
“Kami punya cara berbeda sekarang, yaitu lewat media sosial. Semua media sosial pribadi saya pegang sendiri,” katanya.
Ia mengaku sengaja mengelola langsung akun media sosial dan website pribadinya agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara terbuka dan transparan.
“Masyarakat bisa menyampaikan pertanyaan, masukan, atau aspirasi melalui media sosial maupun website. Transparansi itu penting agar komunikasi dengan masyarakat tetap terjaga,” ujar Idrus.
Kunjungan siswa SMP Islam Plus Baitul Maal itu berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Selain mengenal fungsi parlemen, para siswa juga mendapat gambaran mengenai pentingnya pendidikan karakter, keterbukaan, dan partisipasi publik dalam kehidupan demokrasi.