Tangerang, 19 Oktober 2025 — Kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat yang benar menjadi perhatian utama dalam kegiatan Sosialisasi Edukasi Penggunaan Obat Rasional bertajuk Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang digelar di GSG Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Ahad (19/10/2025) pukul 13.30 hingga 16.15 WIB.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Habib Idrus Salim Aljufri, LC., MBA., Ibu Dini Kusumawati, Bapak Moch. Maesyal Rasyid, serta para narasumber bidang kesehatan seperti Dr. Hj. Netty Prasetiyani, M.Si., Ibu Amaliah Nur Hasanah, dan Ibu Nur Sa’adah, selaku fasilitator GEMA CERMAT.
Dalam sambutannya, Ibu Dini Kusumawati menjelaskan bahwa GEMA CERMAT merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara memilih, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar. Ia menegaskan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya melalui pengobatan, tetapi juga lewat upaya pencegahan penyakit.
“Melalui GEMA CERMAT, kita ingin masyarakat lebih bijak. Kenali dulu obat yang digunakan. Ada lima hal penting yang harus diingat, yaitu 5-O: Obat ini apa nama dan kandungannya? Apa khasiatnya? Berapa dosisnya? Bagaimana cara menggunakannya? Dan apa efek sampingnya?” ujarnya. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyimpan sisa obat, tidak mencampur obat yang berbeda, serta tidak memberikan obat kepada orang lain tanpa petunjuk tenaga kesehatan.
Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Habib Idrus Salim Aljufri pada pukul 13.58 dengan pembacaan basmalah. Dalam sambutannya, Habib Idrus menekankan pentingnya pengetahuan masyarakat tentang obat-obatan agar tidak terjadi kesalahan penggunaan yang dapat membahayakan kesehatan.
“Lewat sosialisasi seperti ini, kita berharap masyarakat punya ilmu yang bisa diterapkan di rumah tangga dan lingkungan sekitar. Ingat, kesehatan itu hal penting dalam kehidupan kita. Jangan menunggu sakit untuk peduli,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang, Bapak Moch. Maesyal Rasyid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen terhadap peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Tangerang telah mengalokasikan lebih dari 20 persen APBD untuk sektor kesehatan, melampaui ketentuan minimal 10 persen yang diamanatkan undang-undang.
“Total dana kesehatan kita mencapai Rp 1,2 triliun. Ini untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis melalui BPJS, yang kini sudah digunakan oleh 99,9 persen warga Kabupaten Tangerang,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga terus meningkatkan program kesehatan masyarakat seperti penanganan stunting, TBC, layanan posyandu mingguan, program makanan tambahan balita, dan bedah rumah hingga 1.000 unit per tahun.
“Sehat itu bukan hanya urusan dokter, tapi dimulai dari kesadaran diri sendiri — menjaga pola hidup, lingkungan, dan rutin cek kesehatan. Kalau sehat, kita bisa bekerja, bisa beribadah, dan bisa membahagiakan keluarga,” tegasnya.
Usai sambutan, sesi materi dimulai dengan paparan dari Dr. Hj. Netty Prasetiyani, M.Si. yang memperkenalkan konsep CERDIK — singkatan dari Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Ia menjelaskan bahwa penerapan CERDIK secara konsisten adalah fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berumur panjang.
“Sehat itu investasi jangka panjang. Kalau kita CERDIK, kita bisa menikmati hidup yang lebih bahagia, produktif, dan berkualitas,” ungkapnya.
Materi dilanjutkan oleh Ibu Amaliah Nur Hasanah dan Ibu Nur Sa’adah dari GEMA CERMAT, yang memberikan penjelasan detail mengenai penggunaan obat rasional, termasuk perbedaan obat paten dan generik, cara penggunaan antibiotik secara bijak, serta cara aman menyimpan dan membuang obat.
“Obat tidak boleh digunakan terus menerus tanpa petunjuk dokter. Jangan pula memakai obat orang lain meski gejalanya sama. Gunakan antibiotik hanya jika diresepkan dokter, habiskan sesuai anjuran, dan jangan dibagi dengan orang lain,” terang mereka.
Peserta juga diajak mengenal program BOBA (Buang Obat Biar Aman), yaitu layanan Puskesmas untuk menampung obat kadaluarsa atau tidak terpakai agar tidak mencemari lingkungan.
“Kalau ada obat sisa di rumah, jangan dibuang sembarangan. Bawa ke Puskesmas, isi registrasi, dan serahkan ke petugas farmasi. Itu cara paling aman,” tambah Nur Sa’adah.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Beberapa peserta, seperti Ibu Muridah dari DPC Cisoka dan Nur Ali dari DPC Tigaraksa, menanyakan perbedaan antara obat paten dan generik, aturan penggunaan antibiotik, serta cara membeli obat secara aman tanpa resep. Para narasumber menjawab dengan jelas, menegaskan bahwa khasiat obat paten dan generik sebenarnya sama, hanya berbeda pada merek dan harga, serta menekankan pentingnya berkonsultasi ke tenaga kesehatan untuk mencegah efek samping.
Acara sosialisasi ini ditutup dengan pesan inspiratif dari para narasumber agar masyarakat terus menerapkan pola hidup sehat, mengenal obat dengan bijak, dan tidak ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.
Melalui kegiatan GEMA CERMAT ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Tangerang menjadi lebih cerdas dalam menggunakan obat, sadar pentingnya pencegahan, dan aktif menjaga kesehatan diri serta keluarga.