JAKARTA – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI menerima audiensi dari Rise Youth Community di Ruang Rapat Pleno FPKS, Gedung Nusantara I DPR RI, Selasa (26/8/2025). Pertemuan ini dihadiri oleh 32 anak muda dari Kota Tangerang yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Rise Youth Community, Tik Santikasari Dewi, M.Pd, beserta jajaran pengurus.
Dalam sambutannya, Tik Santikasari berharap audiensi ini mampu membuka cakrawala politik bagi generasi muda. “Meskipun tidak semuanya harus turun langsung ke dunia politik, kami berharap wawasan yang diperoleh dapat menjadi bekal agar di mana pun anak-anak muda berkiprah, mereka bisa membawa visi yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Habib Idrus Salim Aljufri, Lc., M.B.A, anggota DPR RI Fraksi PKS, menekankan pentingnya memahami politik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. “Politik itu siasat. Tidak hanya di DPR, bahkan ibu rumah tangga pun berpolitik ketika mengatur rumah tangga. Politik adalah seni mengatur strategi,” jelasnya.
Habib Idrus juga menjabarkan fungsi utama anggota DPR, yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ia menegaskan, meski tidak semua orang harus menjadi legislator, setiap generasi muda tetap perlu memahami cara kerja politik agar bisa memberi kontribusi nyata.
Dalam sesi dialog, sejumlah pertanyaan mengemuka, mulai dari stabilisasi harga pangan, citra PKS di mata anak muda, hingga ketimpangan fasilitas pendidikan.
Menanggapi isu pangan, Habib Idrus menyinggung perlunya perbaikan distribusi pupuk yang saat ini kerap dimonopoli distributor lokal. “Distribusi seharusnya bisa lebih terbuka melalui jaringan yang sudah luas, seperti POS atau minimarket, sehingga harga bisa stabil dan petani lebih sejahtera,” ujarnya.

Soal pendidikan, ia menekankan perlunya pengawalan serius agar alokasi APBN dapat menyentuh hingga pelosok. “Tidak boleh ada ruang kelas yang tidak layak. Guru dan sekolah harus mendapat kesejahteraan yang merata,” tegasnya, sembari menambahkan bahwa dirinya kerap menyuarakan hal ini ke Kementerian Keuangan.
Habib Idrus juga menyinggung arah legislasi yang sedang diperjuangkannya, yakni usulan revisi undang-undang terkait keuangan syariah dan crypto currency, yang dinilainya penting untuk menyesuaikan perkembangan zaman sekaligus memastikan kepatuhan terhadap prinsip syariah.
Terkait kritik anak muda soal citra PKS yang dianggap konservatif, Habib Idrus menekankan pentingnya keseimbangan antara prinsip dan keterbukaan. “Kita boleh berbeda, tetapi tetap bergaul. Keberadaan kita di mana pun adalah bagian dari dakwah. Berinteraksi dengan banyak kalangan justru membuat nilai yang kita pegang semakin kokoh,” jelasnya.
Audiensi ini ditutup dengan pesan optimisme dari Habib Idrus agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berani mengambil peran di tengah dinamika bangsa. “Privilege yang kita miliki berupa ilmu dan kesempatan adalah amanah. Gunakan itu untuk kebermanfaatan, karena dunia ini sementara, tetapi amal dan perjuangan akan terus dikenang,” pungkasnya.