Tangerang — Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi PKS, Habib Idrus Al Jufri, mengajak generasi muda memperkuat nilai persatuan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama melalui pemahaman empat pilar kebangsaan dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI.
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari kalangan pemuda, pelajar, dan masyarakat tersebut membahas penguatan nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam pemaparannya, Habib Idrus menjelaskan bahwa Pancasila menjadi pedoman moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional dalam berdemokrasi, NKRI sebagai komitmen menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan bangsa, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia.
Menurut dia, keempat pilar tersebut bukan sekadar konsep normatif, melainkan nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh kalangan muda.
“Empat pilar ini bukan hanya materi hafalan. Ini adalah pedoman hidup berbangsa. Kalau generasi muda memahaminya, Indonesia akan tetap rukun dan kuat menghadapi berbagai tantangan,” ujar Habib di di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). Jumat (7/2/2026).
Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi digital dan perbedaan pandangan di masyarakat, semangat persatuan dan toleransi menjadi semakin penting untuk dijaga.
“Kita berbeda-beda latar belakang, suku, dan agama. Justru perbedaan itulah yang menjadi kekuatan bangsa. Karena itu, kerukunan harus terus dirawat,” kata legislator dari Dapil Banten III tersebut.
Habib juga mendorong para pemuda untuk berperan aktif sebagai agen literasi kebangsaan, baik di lingkungan sekitar maupun di ruang digital, dengan menyebarkan narasi positif serta menghindari provokasi dan informasi yang memecah belah.
“Anak muda hari ini adalah pemimpin masa depan. Mulailah dari hal sederhana, saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan mengedepankan dialog. Dari situ persatuan bangsa tumbuh,” tuturnya.
Ia berharap sosialisasi 4 Pilar ini dapat memperkuat karakter kebangsaan generasi muda sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga persatuan bangsa.
“Kita ingin generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat. Karena masa depan Indonesia ada di tangan mereka,” tutup Habib.