HABIB IDRUS SOROTI STRATEGI CALON DEPUTI GUBERNUR BI REDAM TEKANAN RUPIAH DAN DORONG EKONOMI SYARIAH

JAKARTA — Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi PKS Habib Idrus Aljufri menyoroti dua isu utama dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Solikin, yang berlangsung di ruang rapat Komisi XI DPR RI. Uji kelayakan ini merupakan kesempatan kedua bagi Solikin untuk memaparkan visi dan misinya di hadapan anggota dewan.

Dalam forum tersebut, Habib Idrus menekankan dua hal yang menjadi perhatian utama, yakni strategi intervensi nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal, serta lambatnya penetrasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Terkait nilai tukar, Habib Idrus meminta Solikin memberikan penjelasan yang tegas mengenai sejauh mana batas toleransi BI dalam melakukan intervensi pasar secara aktif untuk meredam tekanan terhadap rupiah akibat faktor global. Ia juga mempertanyakan sampai titik mana instrumen intervensi akan terus diandalkan bank sentral saat menghadapi gejolak, baik dari sisi eksternal maupun internal.

“Perlu ada kejelasan mengenai urutan prioritas kebijakan yang akan diambil, apakah mengandalkan cadangan devisa, mempertahankan suku bunga tinggi, memperluas instrumen pro-market seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), atau membiarkan mekanisme pasar menentukan penyesuaian nilai tukar secara alamiah,” ujar Habib Idrus di Senayan, kamis (27/08/2026).

Menurut dia, kejelasan atas urutan prioritas kebijakan tersebut penting untuk memastikan stabilitas makroekonomi tetap terjaga tanpa membebani sektor riil.

Soal ekonomi syariah, Habib Idrus mengapresiasi komitmen yang disampaikan Solikin dalam makalah pemaparannya untuk menjadikan sektor tersebut sebagai sumber pertumbuhan inklusif, melalui penguatan rantai nilai halal, pembiayaan syariah, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia mengakui bahwa BI telah menempatkan ekonomi syariah sebagai agenda strategis sejak lama. Namun, ia menilai pangsa pasar keuangan syariah nasional masih jauh tertinggal dan belum mencerminkan besarnya populasi muslim maupun tingginya potensi ekonomi halal di dalam negeri.

“Di mana sebenarnya letak persoalan utama dari stagnasi ini? Apakah pada sisi permintaan pasar, inovasi produk, daya saing harga, regulasi yang masih kaku, atau ekosistem yang belum terintegrasi secara utuh?” kata Habib Idrus.

Ia berharap calon Deputi Gubernur BI dapat menghadirkan terobosan kebijakan yang konkret apabila terpilih, sehingga ekonomi syariah tidak lagi sekadar menjadi program pengembangan rutin, melainkan menjadi salah satu pilar utama penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Habib Idrus menegaskan, gagasan penyelesaian yang ditawarkan kandidat akan sangat menentukan arah kebijakan BI ke depan. Menurutnya, keseimbangan antara menjaga ketahanan nilai tukar melalui tata kelola yang terukur dan mendorong instrumen pertumbuhan ekonomi syariah menjadi langkah krusial yang perlu dirumuskan secara komprehensif oleh Bank Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Habib Idrus Minta OJK dan Perbankan Perketat Pembiayaan kepada Perusahaan Berisiko Karhutla

Habib Idrus Minta OJK dan Perbankan Perketat Pembiayaan kepada Perusahaan Berisiko Karhutla

Habib Idrus: Kembara Bukan Sekadar Kemah, tapi Bekal untuk Mengabdi

Habib Idrus: Kembara Bukan Sekadar Kemah, tapi Bekal untuk Mengabdi

Habib Idrus: Kembara Bukan Sekadar Kemah, tetapi Menempa Ketangguhan Menuju Kemenangan

Habib Idrus: Kembara Bukan Sekadar Kemah, tetapi Menempa Ketangguhan Menuju Kemenangan

Habib Idrus Apresiasi Arah APBN 2027, Minta Efisiensi Belanja Tetap Berpihak pada UMKM

Habib Idrus Apresiasi Arah APBN 2027, Minta Efisiensi Belanja Tetap Berpihak pada UMKM

Habib Idrus Apresiasi Gerak Cepat Presiden Tetapkan Jakarta dan Bali sebagai Lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia

Habib Idrus Apresiasi Gerak Cepat Presiden Tetapkan Jakarta dan Bali sebagai Lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia

Habib Idrus Apresiasi Postur RAPBN 2027: Defisit Turun Jadi Sinyal Positif Kedaulatan Fiskal

Habib Idrus Apresiasi Postur RAPBN 2027: Defisit Turun Jadi Sinyal Positif Kedaulatan Fiskal