Dari Lampu Suar hingga DAM Rusak, Nelayan Tanjung Kait Curhat Infrastruktur ke Habib Idrus

TANGERANG — Persoalan infrastruktur dan perlindungan sosial mengemuka dalam pertemuan nelayan Tanjung Kait, Kabupaten Tangerang, dengan Anggota DPR RI Komisi XI Habib Idrus Al Jufri, Sabtu (8/8/2026). Di sela penyerahan bantuan jaring untuk para nelayan menyampaikan sejumlah keluhan yang selama ini menghambat aktivitas melaut mereka. Pertemuan berlangsung terbuka, dengan warga silih berganti menyampaikan keluhan yang sudah lama dirasakan namun belum mendapat penanganan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tangerang, Abudin, menyebut kebutuhan mendesak berupa lampu suar di kawasan perairan lantaran nelayan kesulitan melihat posisi perahu saat hendak bersandar pada malam hari. Kondisi ini menurutnya kerap membahayakan keselamatan nelayan, terutama saat cuaca buruk. Selain itu, warga juga mengeluhkan kerusakan DAM yang selama ini menjadi batas wilayah laut dan daratan sekaligus tempat memarkirkan kapal, yang jika dibiarkan dikhawatirkan dapat memperparah abrasi.

Menanggapi persoalan DAM, Habib Idrus meminta informasi lebih lengkap mengenai kondisi dan ukuran DAM tersebut sebagai bahan untuk menentukan langkah tindak lanjut. Ia meminta pengurus HNSI dan warga setempat untuk menyiapkan data dan dokumentasi kondisi terkini agar dapat segera diusulkan penanganannya kepada instansi terkait.

Persoalan perlindungan sosial turut menjadi sorotan. Para nelayan mengaku belum pernah menerima manfaat atau belum mengetahui secara pasti apakah telah terdata sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga mereka merasa belum mendapat perlindungan yang memadai saat bekerja di laut. Merespons hal ini, disebutkan terdapat 180 nelayan yang akan mendapatkan asuransi melalui pihak terkait. Habib Idrus juga akan meminta person in charge (PIC) khusus untuk kampung nelayan agar koordinasi kebutuhan masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan tidak terputus setelah kunjungan berakhir.

Di luar persoalan di laut, kebutuhan keluarga nelayan turut disampaikan, termasuk aspirasi insentif bagi guru ngaji di lingkungan kampung nelayan, mengingat peran mereka yang penting dalam pendidikan agama anak-anak setempat namun belum mendapat perhatian yang memadai.

“Tahap awal kita berikan jaring terlebih dahulu. Bantuan lainnya akan kita upayakan secara bertahap. Yang penting, kebutuhan dan persoalan nelayan ini harus terus kita kawal,” ujar Habib Idrus. Ia menegaskan komitmennya untuk terus turun langsung menemui masyarakat guna memastikan aspirasi yang disampaikan benar-benar ditindaklanjuti.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Iyan Mulyana, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, serta Musa, Ketua DPC PKS Mauk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
Keluhkan Sulitnya Akses KUR, Nelayan Tanjung Kait Minta Kemudahan Pembiayaan ke Habib Idrus

Keluhkan Sulitnya Akses KUR, Nelayan Tanjung Kait Minta Kemudahan Pembiayaan ke Habib Idrus

Habib Idrus Usul PFII Jadi Pusat Ekosistem Keuangan Syariah Global

Habib Idrus Usul PFII Jadi Pusat Ekosistem Keuangan Syariah Global

Habib Idrus Soroti Sulitnya Akses KUR Pekerja Migran,  Minta Aspirasi Calon PMI Jadi Perhatian Pemerintah

Habib Idrus Soroti Sulitnya Akses KUR Pekerja Migran, Minta Aspirasi Calon PMI Jadi Perhatian Pemerintah

Habib Idrus Soroti Anomali Harga Pengadaan Barang dan Jasa, Minta LKPP Perkuat Pengawasan

Habib Idrus Soroti Anomali Harga Pengadaan Barang dan Jasa, Minta LKPP Perkuat Pengawasan

Habib Idrus: Jangan Biarkan Dana Negara Mengendap, PMN Harus Berdampak bagi Masyarakat

Habib Idrus: Jangan Biarkan Dana Negara Mengendap, PMN Harus Berdampak bagi Masyarakat

Habib Idrus: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat di Tengah Pelemahan Rupiah dan Tekanan IHSG

Habib Idrus: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat di Tengah Pelemahan Rupiah dan Tekanan IHSG