TANGERANG — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Habib Idrus Salim Aljufri, mengisi ceramah agama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Shafatul Marwah, Cibodas, Kota Tangerang, Minggu (30/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengajak jemaah untuk meneladani kesederhanaan hidup Rasulullah SAW di tengah kecenderungan masyarakat modern mengejar kemewahan duniawi.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jemaah yang memenuhi area masjid. Kehadiran Habib Idrus dalam kegiatan keagamaan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kedekatan antara wakil rakyat dan konstituennya melalui forum-forum keagamaan di wilayah dapil Banten III.
Dalam tausiahnya, Habib Idrus mengajak jemaah merenungkan makna aktivitas keseharian dan pentingnya menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai landasan spiritual, bukan sekadar rutinitas.
“Kita sekarang hidup di dunia ini untuk apa? Bangun tidur, sholat, lalu makan, bekerja mencari kesibukan. Bertahun-tahun hanya itu yang dikerjakan. Jika tidak ada penambahan kecintaan kepada Baginda Muhammad, semua itu akan sia-sia,” kata Habib Idrus.
Ia menekankan bahwa segala sesuatu yang bersifat duniawi tidak akan bertahan selamanya. Pakaian yang dikenakan, menurut dia, akan lusuh dan rusak; jabatan yang diraih seseorang pada akhirnya akan hilang; begitu pula dengan kecantikan dan ketampanan yang dimiliki manusia.
“Yang tidak akan hilang adalah keterikatan cinta kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Itu yang akan terus ada,” ujarnya.
Lebih lanjut, Habib Idrus mengingatkan jemaah akan pola hidup sederhana yang dijalani Rasulullah SAW. Ia menyebutkan, Nabi Muhammad SAW tidak menggunakan sarana yang tergolong mewah pada masanya, tidak memakai kipas maupun pendingin ruangan, rumahnya tidak beralaskan ubin, dan dalam perjalanan menggunakan unta serta kuda, bukan kendaraan yang mencerminkan kemewahan.
“Semua yang digunakan Rasulullah SAW itu, apakah tergolong mewah? Tidak. Yang paling bernilai di dunia ini adalah keterikatan hati kita dengan Allah SWT, dengan Zat yang benar-benar mencintai kita,” katanya.
Di bagian akhir tausiahnya, Habib Idrus mengajak jemaah untuk melakukan introspeksi diri, termasuk dalam hal konsistensi mendidik anak menjalankan ibadah sholat sebagai bagian dari pembentukan karakter keagamaan sejak dini.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi tersebut ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama.